JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menanggapi peringatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait potensi terjadinya krisis kelaparan besar di sejumlah negara pada tahun ini. Ia menegaskan bahwa Indonesia dalam kondisi aman dan memiliki ketahanan pangan yang kuat.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026).
"Banyak negara sekarang dalam keadaan panik. Mereka sulit cari makan. PBB sudah warning tahun ini akan ada kelaparan besar-besaran. Kita alhamdulillah kuat," ujar Prabowo, dikutip Kamis (11/6/2026).
Baca Juga: Bandung Siap Jadi Tuan Rumah Konprov PWI Jabar 2026, Ribuan Wartawan Bakal Hadiri Agenda Lima Tahunan Prabowo mengatakan, Indonesia saat ini telah berada pada posisi yang relatif aman dalam hal ketersediaan pangan, bahkan disebut telah mencapai swasembada pangan di tengah kondisi global yang tidak menentu.
Ia menilai, tantangan global seperti perubahan iklim dan krisis pangan di sejumlah negara menjadi perhatian serius yang harus diantisipasi bersama.
Selain sektor pangan, Prabowo juga menyinggung pentingnya penguatan sektor energi nasional. Ia menyebut pemerintah tengah berupaya menuju swasembada energi dalam beberapa tahun ke depan untuk memperkuat ketahanan nasional.
"Perhitungan kita tiga tahun lagi, kita benar-benar sangat kuat di bidang energi," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menekankan pentingnya industrialisasi melalui hilirisasi sumber daya alam agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi negara lain, tetapi mampu memperkuat kemandirian ekonomi.
Menurutnya, generasi muda dan pelaku usaha memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dengan tetap menjunjung tinggi semangat nasionalisme dan kepatuhan terhadap hukum.
"Ini kesempatan untuk pengusaha-pengusaha muda bangkit. Kita tidak mau hanya jadi pasar bangsa lain," ujarnya.*
(oz/dh)