JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengungkap sejumlah pengalaman unik saat menggunakan kendaraan taktis Maung produksi PT Pindad sebagai kendaraan operasional. Meski sempat mengalami beberapa kendala teknis, Prabowo menegaskan tetap akan menggunakan mobil buatan dalam negeri tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap industri nasional.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI XVIII di Bandar Lampung. Dalam kesempatan tersebut, ia menceritakan pengalamannya ketika menggunakan Maung saat menghadapi hujan deras.
Menurut Prabowo, atap kendaraan sempat mengalami kebocoran ketika dirinya beristirahat di dalam mobil saat hujan turun cukup lebat.
Baca Juga: Prabowo Targetkan Indonesia Punya Mobil Nasional, Pengusaha Muda Diajak Bangun Industri Karya Anak Bangsa "Suatu saat saya tidur di mobil, karena hujan deras di luar, tahu-tahu ada bunyi 'tek tek tek', saya bangun, rupanya bocor. Ya namanya mobil baru, saya kirim kembali lah, ini kan buatan Pindad. Saya bilang, tolonglah bocornya dikurangi," ujar Prabowo, dikutip Kamis (11/6/2026).
Tak hanya itu, Prabowo juga mengungkapkan bahwa kendaraan tersebut pernah mengeluarkan bunyi cukup keras saat digunakan melintasi jalur pegunungan. Namun demikian, hal tersebut tidak mengurangi keinginannya untuk tetap menggunakan Maung sebagai kendaraan dinas.
"Tapi nggak apa-apa. Demi nasionalisme, saya tetap akan pakai mobil ini," tegasnya.
Prabowo menilai sudah saatnya Indonesia memiliki dan membanggakan kendaraan produksi sendiri. Ia menegaskan, sebagai kepala negara dirinya ingin memberikan contoh nyata dalam mendukung produk karya anak bangsa dibandingkan menggunakan kendaraan impor.
Menurutnya, setelah lebih dari delapan dekade Indonesia merdeka, industri otomotif nasional harus mampu berdiri sejajar dengan produsen kendaraan global.
"Setelah 81 tahun merdeka, kita harus punya mobil buatan Indonesia sendiri. Kita sudah merintis, TNI pakai Jeep buatan putra-putri Indonesia. Presidenmu sekarang pakai mobil buatan rakyat sendiri," katanya.
Prabowo juga mengaku kini tidak lagi mempertimbangkan kendaraan mewah produksi luar negeri karena merasa memiliki tanggung jawab untuk mendorong penggunaan produk nasional.
Meski mengakui kualitas Maung masih terus disempurnakan, Prabowo memaklumi kondisi tersebut karena kendaraan itu tergolong baru dikembangkan.
"Namanya sesuatu yang baru, mungkin tidak sebagus saya pakai BMW atau Mercedes. Tapi saya pakai Maung," ujarnya.