MEDAN — Pemerintah Kota Medan mengerahkan armada pemadam kebakaran untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga yang terdampak krisis pasokan air di sejumlah wilayah kota.
Langkah tersebut dilakukan setelah Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima laporan dan keluhan masyarakat terkait kesulitan memperoleh air bersih dalam beberapa hari terakhir.
Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran (fire truck) beserta 24 personel diterjunkan untuk mendistribusikan air bersih ke sejumlah lokasi prioritas. Salah satu titik penyaluran yang terpantau berada di Jalan DC Barito, Kecamatan Medan Polonia.
Baca Juga: Mobil Damkar Diduga Suplai Air ke Rumah Pejabat Pemko Medan, Damkarmat Buka Suara Rico Waas mengatakan seluruh jajaran kecamatan diminta aktif memantau kondisi di lapangan agar distribusi air bersih dapat menjangkau seluruh warga yang membutuhkan.
"Kami meminta seluruh kecamatan terus mengawasi dan memastikan penyaluran air bersih berjalan dengan baik sehingga masyarakat yang terdampak dapat segera terbantu," ujarnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan, Wandro Abadi Agnellus Malau, mengatakan pihaknya menyiapkan armada khusus untuk mendukung penanganan krisis air bersih tersebut.
Menurut Wandro, distribusi dilakukan berdasarkan laporan dari wilayah yang mengalami gangguan pasokan air. Koordinasi dengan pihak kecamatan terus dilakukan agar penyaluran berjalan cepat dan tepat sasaran.
"Begitu ada laporan warga mengalami kekurangan air bersih, armada langsung kami kirim ke lokasi untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Wandro.
Kehadiran armada pemadam kebakaran yang biasanya digunakan untuk penanganan kebakaran mendapat sambutan positif dari warga. Sejumlah masyarakat mengaku terbantu dengan suplai air bersih yang diberikan di tengah keterbatasan pasokan yang mereka alami.
Pemerintah Kota Medan memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan di sejumlah titik prioritas hingga kondisi pasokan kembali normal. Pemantauan lapangan juga akan terus dilakukan guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa krisis air berlangsung.*
(dh)