Balon Propaganda dari Korea Utara Mendarat di Kompleks Kantor Kepresidenan Korsel

BITVonline.com - Kamis, 24 Oktober 2024 04:16 WIB

KORUT -Sebuah insiden yang mengejutkan terjadi ketika sebuah balon dari Korea Utara membawa sampah mendarat di kompleks kantor kepresidenan Korea Selatan (Korsel) di Seoul. Media lokal melaporkan bahwa balon tersebut berisi selebaran propaganda yang mengejek Presiden Korsel, Yoon Suk Yeol, dan istrinya, Kim Keon Hee. Insiden ini terjadi pada Kamis (24/10/2024) dan menambah ketegangan yang sudah ada antara kedua negara.

Menurut kantor berita AFP, kelompok aktivis di Korsel telah lama mengirimkan berbagai materi propaganda ke Korea Utara, yang biasanya dibawa oleh balon. Materi tersebut sering kali mencakup selebaran, uang dolar AS, dan terkadang drive USB berisi konten K-pop atau K-drama, yang dilarang di negara komunis tersebut.

Korea Utara sendiri telah membalas dengan meluncurkan balon-balon berisi sampah ke Korsel sejak Mei, yang dianggap sebagai reaksi terhadap tindakan para aktivis Korsel. Dinas Keamanan Presiden Korsel menyatakan bahwa balon yang jatuh tersebut “meledak di udara”, dan serpihan yang dihasilkan tersebar di sekitar kompleks kantor Yongsan.

Pemeriksaan keamanan yang dilakukan setelah kejadian mengonfirmasi bahwa tidak ada risiko atau kontaminasi berbahaya akibat insiden tersebut. Meskipun kompleks ini dilindungi ketat oleh puluhan tentara dan merupakan zona larangan terbang, kejadian ini menandai kali kedua kantor pemimpin Korsel terkena balon dari Utara, dengan insiden pertama terjadi pada bulan Juli lalu.

Media Chosun Daily melaporkan bahwa selebaran yang dibawa balon tersebut berisi pesan-pesan anti-Selatan yang menyudutkan Presiden Yoon dan istrinya, termasuk frasa-frasa provokatif seperti, “Beruntunglah Presiden Yoon dan istrinya tidak memiliki anak” dan “Korea Selatan adalah Kerajaan Keon Hee.” Tuduhan ini muncul di tengah isu yang melibatkan Ibu Negara Korsel, Kim Keon Hee, yang dituduh terlibat dalam skema manipulasi saham.

Ketegangan semakin meningkat setelah Kim Yo Jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, melontarkan kritik tajam terhadap tindakan aktivis Korsel yang mengirim materi anti-Pyongyang. Dia menekankan bahwa Seoul harus merasakan akibat dari tindakannya sendiri untuk memahami dampak yang dapat ditimbulkan.

Insiden ini menggambarkan betapa kompleksnya hubungan antara kedua negara dan mengingatkan kita akan potensi konflik yang terus ada di Semenanjung Korea. Seiring dengan meningkatnya provokasi dan retorika tajam dari kedua belah pihak, dunia akan terus mengawasi perkembangan situasi ini dengan cermat.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Ketua IDAI dr Piprim Basarah Yanuarso Dipecat, Kemenkes Bantah Terkait Kritik Kolegium Anak

Nasional

Menag Nasaruddin Umar Jelaskan Alasan Sidang Isbat 1 Ramadan Dipindah ke Hotel Borobudur

Nasional

Fakta Menarik Ramadan 1447 H, Mengapa Durasi Puasa Bisa Berbeda di Setiap Negara?

Nasional

Dari Turkiye hingga Timor-Leste: 10 Negara Ini Berubah Nama dalam 20 Tahun Terakhir, Apa Alasannya?

Nasional

KPK Sita Rp5 Miliar Lebih dalam Lima Koper dari Kasus Korupsi Bea Cukai

Nasional

Wali Kota Denpasar Keliru Kaitkan Presiden dengan Penonaktifan PBI JK, FSKMP Siap Lapor ke Polisi