JAKARTA – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim menegaskan bahwa program digitalisasi pendidikan yang dijalankan saat dirinya menjabat merupakan kebijakan yang sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia.
Hal itu disampaikan Nadiem saat menanggapi pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait program digitalisasi pendidikan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (9/6/2026).
"Seperti yang Pak Jokowi bilang, ini adalah kebijakan dan arahan dari Presiden. Memang benar, memang sudah satu visi mengenai digitalisasi pendidikan," kata Nadiem.
Baca Juga: Guru Besar Unair Ragukan P21 Kasus Ijazah Jokowi: Tidak Mungkin Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap pernyataan Jokowi yang menilai dirinya sebagai sosok yang baik, sekaligus menyinggung kembali konsistensi arah kebijakan digitalisasi pendidikan selama masa jabatannya.
"Dan saya sangat mengapresiasi statement-nya Pak Jokowi mengenai karakter saya, dan semua kebijakan digitalisasi. Memang arahan juga dari Presiden," ujarnya.
Nadiem menegaskan bahwa program digitalisasi pendidikan tersebut dijalankan dengan prinsip transparansi dan pengawasan ketat dari berbagai lembaga negara.
"Ini program paling lempeng. Menghemat anggaran, didampingi kejaksaan, diaudit BPKP dua kali selama saya menjadi Menteri, dan dilaksanakan oleh LKPP. Mau setransparan apa lagi?" tegasnya.
Sebelumnya, Jokowi menyebut Nadiem sebagai sosok mantan menteri yang memiliki rekam jejak baik selama menjabat di Kabinet Indonesia Maju. Jokowi juga menegaskan bahwa kebijakan kementerian pada dasarnya merupakan bagian dari arahan Presiden.*
(k/dh)