JAKARTA — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang menegaskan bahwa dana operasional untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah dicairkan secara bertahap sejak Jumat (5/6/2026).
Ia membantah kabar yang menyebut sejumlah dapur menghentikan operasional karena keterlambatan anggaran.
"Ada bagian dari hoaks, ada bagian dari. Semua sudah dicairkan dari mulai Jumat. Yang 27.877 tadi itu sudah masuk, sudah operasional," kata Nanik di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Baca Juga: Baru Dilantik, Kepala BGN Langsung Ambil Langkah Tegas: Program MBG Tidak Boleh Bebani Anggaran Negara Menurut Nanik, pencairan dana dilakukan secara bertahap. Sebagian SPPG telah menerima dana pada akhir pekan lalu, sementara sebagian lainnya baru dicairkan pada hari ini.
"Jadi memang ada beberapa yang Jumat itu sudah dicairkan, yang Senin ini juga dicairkan. Tadi kalau tidak salah kami dapat laporan 5T ya, dicairkan hari ini," ujarnya.
Ia menilai isu yang menyebut penghentian operasional dapur MBG akibat dana belum cair tidak sepenuhnya benar.
Menurutnya, kondisi tersebut lebih disebabkan faktor teknis dalam proses penyaluran.
"Jadi tidak ada masalah, ini masalah teknis saja," kata Nanik.
Sebelumnya, sejumlah daerah melaporkan penghentian sementara operasional dapur MBG.
Di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, sebanyak 30 SPPG dilaporkan berhenti beroperasi karena dana operasional belum masuk hingga awal pekan ini.
Koordinator wilayah BGN Kabupaten Demak, Muzani Ali Sadikin, mengatakan penghentian itu berdampak pada distribusi makanan bagi siswa penerima manfaat program.
Hal serupa juga terjadi di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Koordinator wilayah BGN setempat, Arya Dewa Nugroho, menyebut 31 SPPG menghentikan sementara distribusi makanan karena belum adanya pencairan dana operasional dari pusat.