MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta PT PLN (Persero) PLN memberikan kompensasi berupa penurunan tarif listrik kepada masyarakat menyusul seringnya terjadi pemadaman listrik di sejumlah wilayah beberapa pekan terakhir.
Permintaan tersebut disampaikan Bobby usai melakukan peninjauan ke Kantor PT PLN UID Sumut di Jalan Yos Sudarso, Medan, Senin (8/6/2026). Ia menegaskan, gangguan listrik yang terjadi telah berdampak langsung pada aktivitas ekonomi warga, terutama pelaku usaha kecil.
"Kita minta penjelasan soal pemadaman bergilir yang terjadi beberapa waktu terakhir. Dampaknya ini dirasakan masyarakat, terutama UMKM seperti rumah makan, warung kopi, sampai salon," ujar Bobby.
Baca Juga: LAPK: Pemadaman Berulang, PLN Wajib Beri Kompensasi Bobby menyebut pihaknya meminta PLN untuk memberikan kompensasi dalam bentuk penyesuaian tarif listrik, bukan berupa uang tunai. Ia menyebutkan pihak PLN di daerah telah menyepakati usulan tersebut dan akan menunggu mekanisme dari pemerintah pusat.
"Kalau hasilnya tadi, dari PLN Sumut sepakat ada kompensasi. Saya minta bukan dalam bentuk uang tunai, tapi berupa diskon tagihan listrik di bulan ini atau bulan depan," katanya.
Selain kompensasi, Bobby juga meminta PLN meningkatkan keterbukaan informasi terkait pemadaman listrik. Menurutnya, masyarakat perlu mendapat penjelasan cepat apabila terjadi gangguan akibat faktor cuaca ekstrem atau gangguan teknis lainnya.
"Penginformasian harus jelas supaya masyarakat bisa mengantisipasi, terutama pelaku usaha," ujarnya.
Sementara itu, General Manager PLN UID Sumut mengatakan pihaknya menyetujui adanya pembahasan kompensasi tersebut, namun pelaksanaannya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat dan Kementerian ESDM.
Ia menambahkan, saat ini tim dari Kementerian ESDM juga telah turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan terkait gangguan pasokan listrik di wilayah Sumut.*
(tm/dh)