JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kekayaan sumber daya alam Indonesia harus dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Ia menyebut selama ini manfaat dari kekayaan nasional belum sepenuhnya dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin, 1 Juni 2026.
Baca Juga: Prabowo Ajak Jajaran Pemerintah Jujur: Ekonomi Indonesia Memang Tumbuh, Tapi Apakah Sudah Dirasakan Seluruh Rakyat? Dalam amanatnya, Prabowo mengatakan Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah, mulai dari mineral strategis hingga komoditas pertanian yang dibutuhkan di pasar global.
"Indonesia memiliki sumber daya alam yang luar biasa. Kita merupakan salah satu produsen terbesar berbagai komoditas penting dunia, seperti tembaga, timah, emas, logam tanah jarang, nikel, batu bara, kelapa sawit, dan berbagai hasil pertanian lainnya," ujar Prabowo.
Namun demikian, ia menilai pengelolaan sumber daya tersebut belum sepenuhnya menghadirkan kesejahteraan yang merata.
Prabowo menyebut masih banyak rakyat yang belum menikmati hasil kekayaan negeri sendiri.
"Sudah terlalu lama rakyat Indonesia hanya menjadi penonton di atas kekayaan bangsanya sendiri," kata dia.
Menurut Prabowo, kondisi tersebut menuntut adanya transformasi ekonomi nasional yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan amanat konstitusi, khususnya Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
Ia menegaskan bahwa kekayaan alam bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan amanah yang harus dikelola untuk kepentingan rakyat dan generasi mendatang.
"Kekayaan alam harus digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, bukan hanya untuk menghasilkan keuntungan bagi segelintir pihak," ujarnya.
Prabowo juga menyatakan pemerintah akan memperkuat kebijakan hilirisasi industri guna meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.