BANTEN - Kawasan Monumen Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Alun-Alun Kota Cilegon, Banten, dilakukan penataan ulang oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Cilegon.
Area tersebut kini dipercantik dengan penanaman sejumlah vegetasi baru seperti bugenvil tiga warna, tabebuya, dan asoka.
Penataan kawasan itu mendapat apresiasi dari Pengurus SMSI Kota Cilegon yang menilai langkah pemerintah daerah menunjukkan kepedulian terhadap ruang publik sekaligus ikon pers siber di daerah tersebut.
Baca Juga: Prabowo Pulang dari Prancis Bawa Kesepakatan Rp61 Triliun, Ini Rinciannya Ketua SMSI Kota Cilegon, Wawan Kurniadi, mengatakan peremajaan tanaman di sekitar monumen merupakan bentuk sinergi antara organisasi pers dan pemerintah daerah dalam menjaga estetika kota.
"Ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam merawat fasilitas publik dan ruang terbuka hijau di Kota Cilegon," ujar Wawan dalam keterangannya.
Ia menilai, kawasan Monumen SMSI kini memiliki potensi sebagai salah satu titik ruang publik yang dapat dikembangkan menjadi ruang edukasi dan destinasi wisata perkotaan.
Penataan ulang kawasan monumen ini juga disebut sebagai upaya memperkuat identitas Kota Cilegon di tingkat nasional, terutama dalam ekosistem media siber.
Monumen SMSI yang berada di kawasan alun-alun tersebut sebelumnya diresmikan pada momentum Hari Pers Nasional.
Bangunan itu dibangun sebagai penanda perjalanan organisasi media siber di Indonesia serta simbol perkembangan industri pers digital.
Secara desain, monumen tersebut mengusung sejumlah elemen filosofis yang merepresentasikan tahun kelahiran organisasi SMSI, termasuk jumlah anak tangga dan pilar yang melambangkan tanggal berdirinya organisasi.
Selain itu, tinggi monumen juga dimaknai sebagai simbol tahun pendirian SMSI pada 2017.
SMSI menyebut keberadaan monumen tersebut diharapkan dapat menjadi ruang pengingat sejarah perkembangan media siber di Indonesia sekaligus memperkuat posisi Cilegon sebagai salah satu pusat aktivitas pers digital nasional.*