ACEH TAMIANG – Jembatan Gantung Perintis Garuda yang membentang di atas Sungai Tamiang kini menjadi infrastruktur baru yang mengubah mobilitas warga di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.
Jembatan sepanjang 240 meter itu memangkas waktu perjalanan antardesa dari sebelumnya 1–2 jam menjadi sekitar lima menit.
Jembatan yang menghubungkan Desa Bandar Mahligai dan Desa Sekerak Kiri, Kecamatan Sekerak, tersebut disebut sebagai salah satu jembatan gantung perintis terpanjang di Indonesia sekaligus ikon baru daerah setempat.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Aceh Hari Ini, Kamis 28 Mei 2026: Sejumlah Wilayah Hujan Disertai Petir Pembangunan jembatan diselesaikan dalam waktu sekitar tiga bulan oleh prajurit TNI gabungan sebagai respons cepat atas dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada November 2025.
Sebelum jembatan dibangun, warga harus menyeberangi Sungai Tamiang menggunakan perahu kayu atau menempuh jalur darat memutar melalui Karang Baru dan Sungai Liput.
Kondisi itu membuat akses antarwilayah menjadi terbatas, terutama untuk aktivitas pendidikan dan ekonomi harian.
Komandan Korem 011/Lilawangsa Kolonel (Inf) Ali Imran mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan jawaban atas kebutuhan mendesak masyarakat pascabencana.
"Jembatan ini sudah puluhan tahun tidak ada akses. Atas permintaan masyarakat pascabanjir Aceh, akhirnya kita bangun. Panjangnya 240 meter dan menjadi jembatan gantung terpanjang di Indonesia," ujar Ali Imran saat meninjau lokasi, Rabu (20/5/2026).
Ia menjelaskan, jembatan selebar 1,2 meter dengan kapasitas beban hingga 400 kilogram itu dirancang untuk mempercepat mobilitas warga di dua desa yang selama ini terpisah oleh aliran sungai.
Selain menjadi jalur utama aktivitas warga, jembatan tersebut kini juga berkembang menjadi ruang baru bagi aktivitas sosial dan wisata lokal.
Sejumlah warga memanfaatkan lokasi itu untuk berfoto, menikmati panorama Sungai Tamiang, hingga menyaksikan matahari terbenam.
Seorang pelajar di kawasan tersebut mengaku kehadiran jembatan membuat akses pendidikan menjadi jauh lebih mudah dibandingkan sebelumnya yang harus menggunakan perahu.