JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa Masjid Istiqlal, Jakarta, menerima sejumlah hewan kurban dari masyarakat non-Muslim pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah.
Partisipasi lintas agama tersebut, menurut dia, menjadi cerminan kuatnya solidaritas sosial di tengah masyarakat Indonesia.
"Banyak sekali teman-teman kita yang dari non-Muslim juga menyerahkan hewan kurbannya," kata Nasaruddin usai Salat Iduladha di Masjid Istiqlal, Rabu (27/5/2026).
Baca Juga: Bobby Nasution Salat Iduladha di Binjai, Salurkan 167 Hewan Kurban di Sumut Nasaruddin menjelaskan, sebagian hewan yang disalurkan ke Istiqlal tidak semata-mata dimaknai sebagai ibadah kurban dalam perspektif fikih Islam, melainkan sebagai bentuk bantuan sosial agar distribusi daging dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Ia menyebut, dari sekitar 60 ekor sapi yang disembelih di lingkungan Istiqlal, separuh di antaranya berasal dari sumbangan masyarakat umum, termasuk non-Muslim.
"Saudara-saudara kita yang non-Muslim juga sadar betul bahwa begitu banyak masyarakat yang membutuhkan daging hewan kurban," ujarnya.
Selain individu, sejumlah lembaga juga turut berpartisipasi dalam penyaluran hewan kurban ke Masjid Istiqlal.
Nasaruddin menyebut Gereja Katedral Jakarta sebagai salah satu pihak yang ikut menyumbangkan sapi kurban.
"Ada juga tetangga kita Katedral, juga menyumbangkan sapinya besar juga," katanya.
Ia menegaskan bahwa kontribusi tersebut tidak dimaksudkan sebagai ibadah kurban dalam pengertian syariat Islam, melainkan bentuk kepedulian sosial yang sejalan dengan semangat Iduladha.
"Untuk bantuan sosial berupa daging hewan, memang yang paling baik dalam agama Islam itu pada hari raya Idul Kurban ini. Jadi siapa pun, apa pun agamanya, kalau ingin berbagi itu sangat baik," ujarnya.
Secara keseluruhan, hingga pelaksanaan Salat Iduladha, Masjid Istiqlal menerima 63 ekor sapi, 18 ekor kambing, dan satu ekor domba.