JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 miliar untuk pengadaan 1.098 ekor sapi kurban yang akan disalurkan ke berbagai daerah dan lembaga sosial pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah atau 2026.
Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro mengatakan seluruh pengadaan sapi kurban tersebut menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui program bantuan kemasyarakatan Presiden.
"Jadi sumber anggarannya dari APBN melalui anggaran Bantuan Presiden atau Bantuan Kemasyarakatan Presiden," kata Juri Ardiantoro di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Baca Juga: LPG 3 Kg Tembus 109 Persen! Hanif Dhakiri Ungkap Alarm Bahaya Subsidi Energi Menurut Juri, seluruh sapi kurban yang disalurkan Presiden berasal dari peternak lokal di berbagai daerah.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap sektor peternakan nasional dan ekonomi masyarakat.
Ia menjelaskan harga setiap sapi berbeda-beda, bergantung pada bobot, jenis, dan lokasi pembelian.
Namun secara keseluruhan, nilai anggaran yang digunakan diperkirakan mencapai lebih dari Rp100 miliar.
"Bobot dan lokasi tentu memengaruhi harga. Karena itu, pembelian disesuaikan dengan kondisi di masing-masing daerah. Secara keseluruhan anggaran yang digunakan sekitar Rp100 miliar," ujarnya.
Juri mengungkapkan sapi yang dipilih untuk kurban Presiden merupakan sapi kategori premium dengan bobot rata-rata di atas 800 kilogram.
Beberapa jenis sapi yang disalurkan antara lain sapi Simental, Limousin, Peranakan Ongole (PO), Brahman, Angus, sapi Bali, Friesian Holstein (FH), Belgian Blue, hingga Charolais.
Selain memiliki ukuran besar, seluruh hewan kurban tersebut telah melalui pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan memenuhi syarat syariat Islam untuk pelaksanaan ibadah kurban.
"Seluruh sapi sudah memiliki surat keterangan kesehatan hewan dan dipastikan dalam kondisi sehat. Jadi tidak hanya besar dan berkualitas, tetapi juga memenuhi ketentuan syariat," kata Juri.