JAKARTA — Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menjadi sorotan di media sosial setelah jingle bertajuk "My Little Bolu Ketan" atau yang dikenal dengan meme "Mas Bahlil Ganteng" (MBG) viral di berbagai platform digital.
Lagu bernuansa humor tersebut tersebar luas di TikTok, Instagram, hingga YouTube, dan digunakan sebagai latar musik berbagai konten video.
Potongan lirik seperti "MBG, Mas Bahlil ganteng. Buah apa yang paling manis? Buahlil" menjadi bagian yang paling banyak diulang warganet.
Baca Juga: Gebyar PBB-P2 2026, Pemkab Batubara Perkuat Pendapatan Daerah dan Digitalisasi Pajak Fenomena ini disebut-sebut dipicu oleh unggahan akun TikTok @vokaliz_netizen pada akhir April 2026.
Konten tersebut telah ditonton jutaan kali dan memperoleh lebih dari 1,1 juta tanda suka.
Popularitasnya semakin meluas setelah sejumlah kreator konten ikut membuat video reaksi yang turut mengangkat tren tersebut.
Menurut pengamat, penyebaran jingle ini tidak terlepas dari karakter algoritma media sosial yang memperkuat konten berbasis humor, repetisi, dan audio yang mudah diingat.
Dalam waktu singkat, potongan audio tersebut menjadi tren yang "mengepung" linimasa pengguna internet.
Sejumlah konten kreator dengan jumlah pengikut besar turut mempercepat penyebaran tren tersebut, menjadikan nama Bahlil Lahadalia semakin sering muncul di ruang digital, terutama di kalangan pengguna muda.
Menanggapi fenomena tersebut, Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar M. Sarmuji menilai viralnya jingle "MBG" sebagai ekspresi kreativitas netizen yang bersifat hiburan.
Ia menyebut, fenomena tersebut dapat dipandang sebagai bentuk apresiasi tidak langsung terhadap figur Ketua Umum Golkar atas kerja politik yang dijalankan selama ini.
Sarmuji menegaskan partai tidak mempermasalahkan penggunaan jingle tersebut, termasuk jika kader atau akun resmi Golkar ikut meramaikan tren di media sosial.