MAKKAH – DPR RI melakukan peninjauan langsung terhadap layanan kesehatan dan konsumsi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Dari hasil kunjungan, pelayanan kesehatan di Klinik Kesehatan Ibadah Haji Indonesia (KKIH) dinilai berjalan cukup baik, meski masih terdapat sejumlah catatan perbaikan.
Ketua Kelompok Fraksi Komisi VII DPR RI sekaligus Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, mengatakan pihaknya melihat langsung kondisi pasien yang tengah dirawat di KKIH.
"Ada empat pasien yang menjalani rawat inap dan semuanya mendapat penanganan dengan baik," ujar Bambang dalam keterangan resmi, Minggu (24/5/2026).
Baca Juga: DPR Puji Langkah Cepat Pemerintah Pulangkan 9 Relawan GSF dari Israel Ia menyebut stok obat-obatan masih mencukupi, dengan sekitar 60 persen sisa stok tahun sebelumnya dan 40 persen pasokan baru yang siap digunakan untuk penanganan jemaah.
Meski demikian, DPR mencatat adanya sejumlah catatan penting dalam layanan haji, terutama terkait fasilitas kesehatan dan armada ambulans yang dinilai masih perlu ditingkatkan.
Bambang mengungkapkan, saat ini terdapat 15 unit ambulans dalam kondisi baik, sementara 9 unit lainnya kurang layak operasional. Menurutnya, hal ini perlu menjadi perhatian serius untuk musim haji berikutnya.
"Jumlah tersebut perlu ditingkatkan tahun depan untuk mendukung pelayanan kesehatan jemaah yang semakin banyak," katanya.
Selain fasilitas, DPR juga menyoroti kebutuhan penguatan sumber daya manusia (SDM) kesehatan serta koordinasi lintas kementerian agar layanan haji lebih optimal.
Ia menilai pengelolaan layanan haji perlu melibatkan Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, hingga instansi terkait lain secara lebih terintegrasi.
Meski ada catatan, DPR tetap mengapresiasi layanan makanan jemaah haji yang dinilai cukup baik dan bergizi. Menu seperti ayam, ikan, sayur, buah, hingga susu disebut membantu menjaga kondisi kesehatan jemaah.
"Pola konsumsi bergizi ini sangat penting dan terbukti membantu menurunkan angka jemaah yang sakit maupun wafat," ujarnya.
DPR juga mencatat adanya penurunan jumlah jemaah wafat dibanding tahun sebelumnya, dengan total sekitar 64 jemaah hingga menjelang puncak ibadah haji 2026.