JAKARTA – Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat ditangkap militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 akhirnya tiba kembali di Tanah Air, Minggu (24/5/2026).
Kesembilan relawan tersebut tiba di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, sekitar pukul 16.25 WIB setelah menjalani proses pemulangan dari Turki.
Mereka sebelumnya ditangkap pasukan Israel saat kapal bantuan kemanusiaan yang ditumpangi dicegat di perairan menuju Gaza, Palestina, pada Senin (18/5/2026).
Baca Juga: 5.950 WNI di Kamboja Dapat Penghapusan Denda Overstay, Ini Penjelasan KBRI Kedatangan para relawan disambut haru keluarga dan kerabat yang membawa spanduk serta bendera Palestina di area terminal kedatangan.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono turut hadir menyambut kepulangan para WNI tersebut. Ia mengatakan pemerintah akan memberikan penanganan lebih lanjut bagi relawan yang mengalami trauma fisik maupun psikologis.
"Terima kasih, selamat datang kembali, selamat berkumpul dengan keluarga. Dari laporan ada beberapa rekan kita yang mengalami trauma fisik yang akan juga ditangani lebih lanjut," ujar Sugiono di Bandara Soekarno-Hatta.
Sugiono juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pihak yang membantu proses pembebasan dan pemulangan para relawan, termasuk pemerintah Turki, Yordania, dan Mesir.
"Khusus ucapan terima kasih kami sampaikan kepada pemerintah Turki yang membantu penjemputan saudara-saudara kita dari Ashdod," katanya.
Salah satu relawan, Herman Budianto Sudarsono, mengaku mengalami berbagai tindakan kekerasan selama penahanan oleh tentara Israel.
"Banyak sekali yang mengalami cedera berat, ada yang patah tulang, patah hidung, bahkan ditembak," ujarnya.
Herman juga menyebut terdapat dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah tahanan laki-laki maupun perempuan selama proses penahanan berlangsung.
"Diperlakukan seperti hewan," katanya sambil menangis.