MAKKAH – Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi, Abdul Aziz Ahmad, memberikan apresiasi terhadap kesiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Ia menilai persiapan yang dilakukan pemerintah Indonesia tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Hal tersebut disampaikan Abdul Aziz usai rapat koordinasi dengan Amirul Hajj dan Kementerian Haji dan Umrah RI di Kantor Urusan Haji (KUH) Makkah, Kamis (21/5/2026).
"Alhamdulillah, kami melihat proses persiapan ini dari waktu ke waktu semakin mendekati penyempurnaan. Kami berharap seluruh skenario yang telah disusun dapat berjalan dengan baik di lapangan," ujarnya.
Baca Juga: 9 WNI Diduga Disiksa Tentara Israel, DPR Minta RI Tempuh Jalur ICC Salah satu hal yang mendapat sorotan positif adalah penerapan sistem komando terpadu bagi petugas haji Indonesia. Menurutnya, pola koordinasi tersebut dapat meminimalisir potensi masalah di lapangan.
"Saya senang mendengar bahwa para petugas sekarang berada dalam satu komando. Tidak boleh ada yang mengambil keputusan tanpa sepengetahuan komandan tertinggi. Ini sangat bagus karena akan mengurangi berbagai persoalan yang pernah terjadi di masa lalu," kata Abdul Aziz, dikutip, Minggu (24/5/2026).
Ia juga menyinggung perbaikan teknis pelayanan jemaah, termasuk sistem penempatan tenda di Arafah yang tahun ini disiapkan lebih detail, seperti penamaan tenda untuk masing-masing jemaah.
Menurutnya, langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi potensi jemaah kehilangan tempat saat puncak ibadah haji berlangsung.
"Salah satu tantangan terbesar di Arafah memang penempatan jemaah di tenda masing-masing, selain pergerakan dari Arafah ke Muzdalifah dan Mina. Mudah-mudahan seluruh skenario dapat berjalan sesuai harapan," ujarnya.
Abdul Aziz juga mengajak seluruh petugas haji untuk menjaga kesehatan serta bekerja maksimal agar penyelenggaraan haji tahun ini berjalan lancar, aman, dan khusyuk.*
(dw/dh)