JAKARTA – Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mendesak pemerintah bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub), PT KAI, hingga Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk memastikan tidak terulangnya kecelakaan kereta api di Indonesia.
Desakan itu disampaikan Lasarus dalam rapat kerja membahas insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur yang menelan korban jiwa.
"Ini menyangkut nyawa. Saya waktu telepon dengan Pak Menhub, 'Pak Menteri ini kita ungkap apa adanya, karena ini tanggung jawab kita kepada korban,'" kata Lasarus dalam rapat yang disiarkan TVR Parlemen, dikutip Kamis (21/5/2026).
Baca Juga: Rosan Ungkap Alasan Tunjuk WNA Australia Jadi Dirut BUMN Danantara Sumber Daya Indonesia Ia menegaskan, pemerintah tidak boleh menutup-nutupi fakta di balik kecelakaan tersebut. Menurutnya, transparansi diperlukan untuk perbaikan sistem keselamatan transportasi kereta api ke depan.
"Kalau kita berbohong saat ini, kita juga berbohong kepada mereka yang sudah pergi akibat kecelakaan ini," ujarnya.
Lasarus juga menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional perkeretaapian, termasuk pengaturan jarak waktu antar perjalanan kereta dan mekanisme pengendalian situasi darurat.
Menurutnya, kecelakaan yang terjadi tidak boleh kembali terulang dengan penyebab yang sama.
"Kalau sampai jatuh di lubang yang sama dua kali, itu tidak cukup bijak," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga meminta penjelasan terbuka dari Kemenhub dan PT KAI terkait kronologi kecelakaan yang menewaskan 16 orang tersebut.
Lasarus menegaskan, fokus utama bukan mencari siapa yang bersalah, melainkan memperbaiki sistem keselamatan agar kejadian serupa tidak terulang.
"Kalau soal siapa yang salah, kita serahkan ke polisi. Tapi kita harus cari titik lemahnya di mana," katanya.*
(k/dh)