JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pemerintahannya tidak boleh bekerja lamban dan santai dalam menjalankan tugas negara.
Dalam pidatonya di rapat paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026, Prabowo meminta seluruh jajaran kabinet hingga aparatur sipil negara (ASN) bekerja cepat, tepat, dan profesional.
Prabowo mengkritik budaya birokrasi yang dinilai terlalu lamban dan sering menunda pekerjaan.
Baca Juga: Prabowo: Indonesia Tak Boleh Jadi Bangsa yang Takut Dolar dan Krisis BBM Ia menegaskan pemerintah tidak boleh memiliki mentalitas "kumaha engke" atau "bagaimana nanti".
"Bangsa dan rakyat menuntut pekerjaan yang cepat. Jangan kita jadi pemerintah yang santai, pemerintah yang leha-leha, pemerintah yang kumaha engke wae," kata Prabowo dalam pidatonya.
Menurut Prabowo, pemerintah seharusnya memiliki pola pikir "engke kumaha" atau "nanti bagaimana caranya", yakni mencari solusi cepat terhadap setiap persoalan yang dihadapi rakyat.
Ia secara khusus menyoroti persoalan perizinan usaha yang dinilai masih berbelit dan lamban dibandingkan negara lain di kawasan Asia Tenggara.
Menurutnya, Indonesia harus mampu mempercepat pelayanan birokrasi demi mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.
"Kalau negara sekitar bisa memberi izin usaha dan AMDAL dalam tiga minggu, kenapa kita harus berbulan-bulan bahkan tiga tahun?" ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengingatkan tidak ada pejabat maupun ASN yang tidak bisa diganti apabila tidak bekerja dengan baik.
Ia menegaskan pemerintah membutuhkan aparatur yang bersih, profesional, dan benar-benar bekerja untuk kepentingan rakyat.
"Jangan mentang-mentang sudah jadi ASN tidak bisa diberhentikan," kata Prabowo.