JAKARTA – Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Anies menilai program tersebut seharusnya dibangun dengan pendekatan berbasis gerakan masyarakat, bukan semata pendekatan birokratis dari pemerintah pusat.
Pernyataan itu disampaikan Anies saat menghadiri acara di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo pada Jumat, 15 Mei 2026.
Baca Juga: Tak Hanya Jaga Keamanan, Polri Kini Aktif di Sektor Pertanian: Ini Kata Lemkapi Dalam forum tersebut, Anies menegaskan pembangunan akan lebih efektif apabila pemerintah memberi ruang kepercayaan kepada masyarakat untuk terlibat langsung.
"Kalau kita ingin membangun, menurut saya pendekatannya harus pendekatan movement, pendekatan gerakan. Artinya berikan kepercayaan kepada rakyat," kata Anies.
Menurut dia, pemerintah selama ini cenderung menggunakan pendekatan administratif dalam menjalankan program besar, termasuk MBG.
Model itu, kata Anies, umumnya dilakukan melalui mekanisme proyek pemerintah atau tender.
Ia kemudian membandingkan dengan kebijakan yang pernah diterapkannya saat menjabat Gubernur DKI Jakarta melalui program sarapan gratis bagi siswa sekolah.
Anies mengungkapkan, program tersebut dijalankan dengan melibatkan langsung kelompok masyarakat, khususnya para orang tua siswa.
Pemerintah daerah saat itu menyalurkan anggaran langsung kepada paguyuban orang tua murid untuk mengelola kebutuhan makanan anak-anak sekolah.
"Dana diberikan kepada orang tua murid, lalu mereka yang memasak sendiri dengan panduan nutrisi yang telah ditetapkan pemerintah," ujarnya.
Menurut Anies, model tersebut justru menciptakan pengawasan yang lebih efektif karena dilakukan langsung oleh lingkungan sekitar.