JEMBER — Polemik anggota DPRD yang merokok saat rapat kembali menjadi sorotan publik setelah Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Jember, Mohammad Hafidi, angkat bicara soal video viral anggota dewan Achmad Syahri Assidiqi yang terlihat bermain gim sambil merokok saat rapat dengar pendapat (RDP).
Video tersebut menjadi perhatian publik karena rapat itu membahas isu serius di sektor kesehatan, mulai dari stunting, campak, angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB), hingga Universal Health Coverage (UHC).
Hafidi mengaku menerima banyak respons dari masyarakat usai video itu viral di media sosial.
Baca Juga: Tiket Pesawat Bisa Makin Mahal, AHY Ungkap Biang Keroknya Menurut dia, sebagian warga justru mempertanyakan mengapa aktivitas merokok dipersoalkan, sementara kebiasaan makan atau minum kopi saat rapat kerap dianggap hal biasa.
"Di lain pihak masyarakat menyampaikan, apa bedanya merokok dengan menyediakan kopi ketika rapat? Apa bedanya rapat sambil makan-makan?" kata Hafidi, Minggu, 17 Mei 2026.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu menilai persoalan rokok di Jember tidak bisa dilihat hanya dari sisi kesehatan semata.
Menurutnya, tembakau telah menjadi bagian penting dari identitas sosial sekaligus penggerak ekonomi masyarakat setempat.
Ia menegaskan komoditas tembakau memiliki keterkaitan kuat dengan sejarah daerah.
Bahkan, lambang Pemerintah Kabupaten Jember disebut menggunakan simbol daun tembakau sebagai representasi identitas wilayah.
"Yang menggunakan logo daun tembakau itu cuma Jember," ujarnya.
Menurut Hafidi, sektor tembakau selama ini telah menjadi sumber penghidupan bagi ribuan warga dan membantu banyak keluarga menyekolahkan anak-anak mereka.
"Tembakau di Jember itu mampu menghidupi dan menyekolahkan sekian puluh ribu anak-anak," katanya.