JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania mendorong pemerintah memperkuat gerakan literasi digital secara masif hingga ke lingkungan sekolah dan keluarga untuk mencegah anak-anak terpapar judi online.
Dini menilai, maraknya kasus anak yang terlibat judi online tidak lepas dari lingkungan sekitar yang menjadi contoh, termasuk orang dewasa di rumah.
"Harus ada kolaborasi serius antara pemerintah, sekolah, tokoh masyarakat, platform digital, dan terutama keluarga," kata Dini, Sabtu (16/5/2026).
Baca Juga: 200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, DPR Desak Penanganan Lebih Serius dari Sekadar Pemblokiran Ia menegaskan, persoalan judi online tidak cukup hanya diselesaikan dengan pemblokiran situs, karena situs baru akan terus bermunculan dengan pola yang berbeda.
Menurutnya, negara sebenarnya memiliki kapasitas untuk mengambil langkah tegas apabila ada kemauan politik yang kuat.
Dini juga menyoroti lemahnya pengawasan di lingkungan keluarga, terutama ketika anak menggunakan perangkat milik orang tua sehingga akses terhadap konten digital tidak terkontrol.
"Jangan sampai rumah yang seharusnya menjadi tempat perlindungan justru menjadi pintu pertama anak mengenal judi online," ujarnya.
Ia menekankan pentingnya ketahanan keluarga sebagai benteng utama dalam melindungi anak dari dampak negatif dunia digital.
Menurutnya, keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang lebih tangguh, produktif, dan terlindungi dari bahaya judi online.*
(an/dh)