BINJAI — Aksi unjuk rasa bertajuk "Binjai Darurat Kriminalitas" berlangsung di depan Mapolres Binjai, Kamis (15/5/2026).
Aksi yang berjalan tertib itu diwarnai sorotan massa terhadap absennya Kasat Reskrim Polres Binjai dalam merespons aspirasi warga.
Sejumlah peserta aksi menilai ketidakhadiran pejabat tersebut mencerminkan kurangnya respons aparat terhadap meningkatnya keresahan masyarakat atas maraknya kriminalitas di Kota Binjai.
Baca Juga: Melawan saat Ditangkap, Pelaku Penembak Polisi di Lampung Tewas Koordinator aksi, Zia Ulhaq, mengatakan masyarakat saat ini berada dalam situasi yang tidak aman akibat meningkatnya kasus kejahatan jalanan.
"Ini suara masyarakat yang resah, tapi hari ini Kasat Reskrim tidak hadir. Ini menjadi tanda tanya bagi kami," ujarnya dalam orasi.
Peserta aksi lainnya menyoroti lemahnya upaya pencegahan kriminalitas, termasuk minimnya patroli di sejumlah titik rawan.
Mereka menilai kondisi tersebut memberi ruang bagi pelaku kejahatan untuk beraksi.
"Kalau pencegahan diperkuat, masyarakat tidak akan terus menjadi korban," kata salah satu orator.
Dalam aksi tersebut, massa juga meminta aparat menindak dugaan keberadaan pegadaian ilegal yang disebut berpotensi menjadi tempat penampungan barang hasil kejahatan.
Mereka menegaskan aksi tersebut bukan bentuk permusuhan terhadap kepolisian, melainkan dorongan agar penegakan hukum lebih maksimal dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Meski sempat diwarnai kekecewaan, aksi berlangsung kondusif dengan pengawalan aparat kepolisian.
Massa juga menyerahkan dokumen tuntutan kepada Polres Binjai sebagai bentuk resmi aspirasi.