JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengatakan dana hasil sitaan dari koruptor akan digunakan pemerintah untuk memperbaiki sekolah dan fasilitas kesehatan di berbagai daerah.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara penyerahan hasil sitaan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan di Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu, 13 Mei 2026.
Menurut Prabowo, uang negara yang berhasil diselamatkan harus dikembalikan untuk kepentingan masyarakat dan tidak boleh jatuh ke tangan koruptor.
Baca Juga: Prabowo Ungkap Alasan Naikkan Gaji Hakim Hingga 280 Persen, Lebih Tinggi dari Gaji Hakim Malaysia "Semuanya kita perbaiki dengan uang-uang yang kalau tidak kita selamatkan, uang-uang tersebut akan hilang dimakan para koruptor dan para maling-maling," kata Prabowo.
Ia mengungkapkan menerima laporan bahwa sekitar 10 ribu puskesmas di Indonesia belum pernah direnovasi sejak era Presiden ke-2 RI Soeharto.
Prabowo mengatakan biaya renovasi satu puskesmas diperkirakan mencapai Rp2 miliar.
Dengan kebutuhan tersebut, pemerintah membutuhkan sekitar Rp20 triliun untuk memperbaiki seluruh fasilitas kesehatan tersebut.
Ia menyebut dana Rp10,2 triliun yang berhasil diamankan Satgas Penertiban Kawasan Hutan dapat digunakan untuk merenovasi sekitar 5.000 puskesmas.
"Hari ini artinya kita bisa selesaikan 5.000 puskesmas," ujarnya.
Prabowo juga menyinggung potensi tambahan dana lain yang berasal dari pelacakan transaksi mencurigakan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan senilai Rp39 triliun.
Jika dana tersebut berhasil diamankan, kata dia, seluruh puskesmas di Indonesia dapat diperbaiki.
Selain sektor kesehatan, Prabowo mengatakan pemerintah juga akan memprioritaskan perbaikan sekolah.