JAKARTA - Siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini dapat mengusulkan menu makanan sesuai dengan selera mereka. Usulan tersebut nantinya akan ditampung dan dipertimbangkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan, mekanisme ini dibuat agar menu MBG lebih sesuai dengan kebutuhan dan preferensi siswa di lapangan.
"Biasanya mereka akan menulis apa yang diinginkan dan pihak SPPG nanti wajib menanyakan kembali, sesuai apa yang mereka inginkan," kata Dadan, dikutip, Rabu (13/5/2026).
Baca Juga: BSI Salurkan Hampir Rp 200 Miliar untuk 211 Dapur MBG, Perkuat Program Makan Bergizi Gratis Menurut Dadan, evaluasi terhadap menu MBG juga akan dilakukan secara berkala. Penyesuaian dilakukan mulai dari jenis makanan hingga tekstur nasi yang disajikan kepada siswa.
Ia mencontohkan, jika ada siswa yang tidak menyukai nasi, maka menu dapat disesuaikan dengan alternatif makanan lain yang tetap memenuhi standar gizi.
"Memang nanti kita cek berapa orang yang tidak suka nasi, itu akan diganti dengan menu yang lain," ujarnya.
Selain itu, SPPG juga akan melakukan pendataan preferensi siswa terkait kualitas makanan, termasuk tingkat kematangan atau tekstur nasi.
"Apa yang mungkin dicek, berapa orang yang nasinya lembek, berapa orang yang nasinya keras," kata Dadan.
BGN juga menyebut preferensi siswa terhadap jenis beras akan menjadi salah satu bahan evaluasi dalam penyusunan menu ke depan.
Dadan menilai sejauh ini respons siswa terhadap program MBG cukup positif. Bahkan, ada siswa yang mulai terbiasa mengonsumsi sayuran setelah mengikuti program tersebut secara rutin.
Program MBG sendiri menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan asupan gizi anak sekolah di seluruh Indonesia.*
(d/dh)