GORONTALO - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya agar kekayaan laut Indonesia dikelola sepenuhnya oleh nelayan nasional, bukan kapal asing. Pemerintah pun menyiapkan program pembangunan ribuan kapal ikan untuk mendukung penguatan ekonomi kelautan nasional.
Hal itu disampaikan Prabowo saat meninjau Desa/Kampung Nelayan Merah Putih di Leato Selatan, Gorontalo, Sabtu (9/5/2026).
"Kita ingin bukan kapal asing yang ambil ikan di laut kita, kita ingin rakyat kita yang ambil," kata Prabowo dalam siaran langsung Sekretariat Presiden.
Baca Juga: Survei NRI: Kepuasan Publik terhadap Prabowo-Gibran Tembus 80 Persen, Gerindra Pimpin Elektabilitas Prabowo mengatakan pemerintah akan mulai membangun sebanyak 1.582 kapal ikan pada tahun ini. Nantinya, kapal-kapal tersebut akan disalurkan kepada kelompok nelayan melalui sistem koperasi.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar hasil laut Indonesia tidak lagi dimanfaatkan pihak asing dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Selain pembangunan kapal ikan, pemerintah juga mendorong pengembangan sektor kelautan melalui konsep blue economy atau ekonomi biru. Prabowo menilai potensi laut Indonesia merupakan kekayaan besar yang harus dimanfaatkan secara optimal demi kepentingan rakyat.
Tak hanya itu, pemerintah juga menargetkan pembangunan 1.386 Desa/Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai daerah pada tahun ini.
Prabowo menyebut Indonesia memiliki sekitar 12 ribu desa nelayan. Karena itu, program pembangunan kawasan nelayan dinilai menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan konsistensi kebijakan dan dukungan semua pihak.
"Kita berada di jalan yang benar, rakyat kita harus sejahtera. Saya ingin nelayan-nelayan kita sejahtera, saya ingin senyum tiap hari karena penghasilannya baik," ujarnya.*
(an/dh)