ACEH BESAR —Wakil Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman, Abuya Habibie Muhibbuddin M. Waly, STH, menegaskan bahwa keselamatan hidup di dunia dan akhirat tidak dapat dicapai melalui jalan akal semata atau dorongan hawa nafsu, melainkan dengan mengikuti Rasulullah SAW secara menyeluruh.
Pernyataan itu disampaikan dalam khutbah Jumat di Masjid Al Qurban, Kemukiman Cot Jeumpa, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, Jumat, 8 Mei 2026, bertepatan dengan 20 Dzulqaidah 1447 Hijriah.
Dalam khutbahnya, Abuya mengutip pesan ulama besar Nusantara, Syeikh Abdur Rauf As-Singkili, yang termaktub dalam kitab Tanbihul Masyi.
Baca Juga: Ingin Cepat Berangkat Haji? Amalkan Doa Ini agar Segera Dipanggil ke Tanah Suci Pesan itu menekankan bahwa tidak ada jalan bagi pencari kebenaran selain mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW, baik dalam ucapan maupun perbuatan, lahir maupun batin.
"Maka tidak ada jalan bagimu, wahai orang yang mencari kebenaran, selain mengikuti Sang Junjungan Nabi. Ambillah apa yang beliau bawa, niscaya engkau akan selamat bersama orang-orang yang selamat," demikian kutipan yang disampaikan.
Menurut Abuya, pesan tersebut mengandung pelajaran mendasar bahwa agama tidak cukup dipahami sebagai ritual lahiriah semata.
Ibadah seperti salat, puasa, dan membaca Al-Qur'an harus berjalan seiring dengan pembentukan akhlak dan kebersihan hati.
Ia menyoroti bahwa banyak orang mampu meniru amalan lahir, namun tidak sedikit yang lalai dalam menjaga keikhlasan dan kebersihan batin.
Padahal, kata dia, Nabi Muhammad SAW menekankan nilai-nilai seperti kejujuran, kesabaran, kasih sayang, rendah hati, serta menjauhi sifat riya, dengki, dan kesombongan.
"Amal yang besar tidak akan bernilai tanpa hati yang bersih dan niat yang ikhlas karena Allah," ujarnya.
Lebih lanjut, Abuya mengingatkan bahwa mereka yang benar-benar berpegang pada sunnah Nabi akan mendapatkan keselamatan dan dikumpulkan bersama orang-orang saleh di akhirat.
Sebaliknya, mereka yang lalai akan merugi pada hari perhitungan.