JAKARTA – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meminta agar para korban kekerasan seksual di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mendapatkan pendampingan psikologis dan trauma healing secara intensif.
Gibran menegaskan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menempatkan perlindungan anak sebagai prioritas utama, terutama dalam lingkungan pendidikan dan pesantren.
"Saya juga telah meminta agar pendampingan psikologis dan trauma healing diberikan secara intensif kepada para korban," kata Gibran dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).
Baca Juga: Cek Gudang Bulog Medan, DPR RI Pastikan Stok Beras Sumut Aman hingga 5 Bulan Ia menekankan bahwa sekolah maupun pesantren harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan bagi anak-anak dan peserta didik.
"Ke depan, pengawasan dan perlindungan peserta didik akan diperkuat untuk mencegah kejadian serupa terulang," ujarnya.
Gibran juga mengecam keras kasus kekerasan seksual tersebut dan meminta aparat penegak hukum memproses perkara secara tegas, transparan, dan berkeadilan.
"Tindakan tersebut tidak dapat ditoleransi. Proses hukum akan dilakukan secara tegas, transparan, dan berkeadilan," tegasnya.
Sebelumnya, kasus dugaan pencabulan terhadap puluhan santriwati di salah satu pondok pesantren di Pati telah naik ke tahap penyidikan. Seorang kiai berinisial Ashari telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 28 April 2026.
Kasus tersebut diketahui telah berlangsung sejak 2020 dan dilaporkan pada 2024, namun penanganannya sempat terkendala proses mediasi sebelum akhirnya masuk tahap penyidikan.*
(k/dh)