JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Bidang Kesehatan, Ribka Tjiptaning, menilai kondisi kesejahteraan pekerja di Indonesia masih jauh dari kata pasti.
Ia bahkan menyebut situasi buruh saat ini seperti hidup di era Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).
Pernyataan itu disampaikan Ribka saat berorasi dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang digelar di GOR Otista, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu, 3 Mei 2026.
Baca Juga: Hari Buruh dan Tantangan Ekonomi Modern "Teman-teman PRT juga buruh, ojek online juga buruh, pekerja pabrik juga buruh. Kita semua masih hidup seperti di dalam VOC. Belum ada kepastian hidup di republik ini," kata Ribka dalam orasinya.
Ia menyoroti belum tuntasnya regulasi ketenagakerjaan yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada pekerja.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat kesejahteraan buruh masih jauh dari harapan.
"Undang-Undang Ketenagakerjaan belum disahkan secara berpihak pada kaum buruh," ujarnya.
Ribka menegaskan bahwa tuntutan buruh selama ini bersifat sederhana, yakni keadilan dan kesejahteraan, bukan kemewahan.
"Buruh tidak menuntut mobil mewah atau rumah mewah. Buruh hanya menuntut keadilan dan kesejahteraan," kata dia.
Ia juga mengingatkan bahwa Hari Buruh Internasional berakar dari perjuangan pekerja melawan sistem yang dianggap menindas dalam sejarah industrialisasi.
Acara tersebut turut dihadiri jajaran elite PDIP, di antaranya Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, serta sejumlah anggota DPR RI dari Fraksi PDIP.*