JAKARTA — Aliansi mahasiswa yang terdiri dari BEM SI, BEM PTMAI, serta Sema PTKIN memberikan ultimatum kepada pemerintah setelah menggelar aksi Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di kawasan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu, 2 Mei 2026.
Mahasiswa menuntut pemerintah segera merespons aspirasi mereka.
Jika tuntutan tidak ditanggapi, mereka mengancam akan kembali turun ke jalan pada Senin, 4 Mei 2026, dengan jumlah massa yang lebih besar.
Baca Juga: Viral! Siswa SMPN 1 Pantai Labu Buang MBG ke Jalan, Diduga Tak Layak Konsumsi "Pada hari ini kita mengultimatum pemerintah. Ketika tidak turun menemui massa hari ini, kita akan turun lagi di hari Senin dengan eskalasi yang lebih besar," kata Koordinator Pusat BEM PTMAI, Yogi Alaydrus kepada wartawan di lokasi aksi.
Soroti Anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG)
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak sebanding dengan kesejahteraan tenaga pendidik.
Menurut Yogi, masih banyak guru di berbagai daerah yang menerima gaji rendah, bahkan di bawah standar kelayakan hidup.
"Banyak guru-guru kami yang hanya digaji Rp1 juta sampai Rp2 juta per bulan," ujarnya.
Mahasiswa juga menyoroti persoalan guru honorer yang dinilai belum terselesaikan meski pemerintah telah mengatur penghapusannya melalui regulasi aparatur sipil negara.
Tuntut Wajib Belajar 16 Tahun
Koordinator Pusat BEM SI, Muzammil Ihsan mengatakan revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional menjadi tuntutan utama dalam aksi tersebut.
Mahasiswa meminta pemerintah memperluas kebijakan wajib belajar dari 12 tahun menjadi 16 tahun agar pendidikan tinggi dapat diakses masyarakat kurang mampu.