PASURUAN — Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bagian dari intervensi pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Menurut dia, program tersebut tidak hanya menyasar pemenuhan kebutuhan pangan anak sekolah, tetapi juga memperbaiki kualitas gizi generasi muda agar mampu bersaing secara global.
"Ini bagian dari intervensi pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM," kata Misbakhun dalam kegiatan serap aspirasi di Pasuruan, Jawa Timur, Jumat, 1 Mei 2026.
Baca Juga: Hardiknas 2026: SPK Soroti Rendahnya Gaji Dosen hingga Kritik Anggaran Pendidikan untuk MBG Ia membandingkan kondisi saat ini dengan masa lalu ketika sebagian pelajar masih harus berangkat sekolah tanpa sarapan dan membayar SPP secara penuh.
Menurutnya, kehadiran negara dalam pemenuhan gizi anak menjadi langkah penting.
Misbakhun juga mengimbau masyarakat tidak mudah terpengaruh narasi negatif terkait kebijakan pemerintah, termasuk di media sosial.
"Kalau ada yang bilang Indonesia gelap, jangan dipercaya. Program ini untuk memastikan anak-anak kita bisa bersaing dengan bangsa lain," ujarnya.
Selain MBG, ia menyoroti kebijakan subsidi energi yang disebut tetap dijaga pemerintah di tengah kenaikan harga global.
Ia menyebut harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tetap stabil meski tekanan internasional meningkat.
Ia menegaskan pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia berupaya menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai instrumen subsidi.
"Di banyak negara harga naik, tapi di Indonesia BBM bersubsidi masih dijaga," kata dia.
Selain BBM, pemerintah juga disebut mempertahankan subsidi elpiji 3 kilogram, listrik, Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga Bantuan Langsung Tunai (BLT) dengan nilai mencapai ratusan triliun rupiah.*