JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan pentingnya konsep 3M sebagai kunci utama dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional secara berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026, Sabtu (2/5/2026). Adapun 3M yang dimaksud meliputi mindset (pola pikir), mental, dan misi.
"Berbagai kebijakan peningkatan mutu pendidikan tidak akan terlaksana tanpa 3M: mindset yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus," ujar Mu'ti.
Baca Juga: Prabowo Janji Bangun 1 Juta Rumah untuk Buruh, Lokasinya Dekat Kawasan Industri Ia menjelaskan, tanpa penerapan 3M, berbagai kebijakan pendidikan yang telah dirancang berpotensi hanya menjadi program formalitas tanpa dampak nyata, yang sekadar diukur dari capaian angka-angka.
Mu'ti juga menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi merupakan proses membangun karakter, peradaban, serta mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi.
Menurutnya, pendidikan harus mampu melahirkan manusia yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, mandiri, serta memiliki tanggung jawab sosial.
Lebih lanjut, ia mengaitkan pembangunan sektor pendidikan dengan visi besar pemerintah dalam menciptakan sumber daya manusia unggul, sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto.
"Pendidikan adalah usaha bersama untuk membangun SDM Indonesia yang kuat dan tangguh menuju negara yang maju dan bermartabat," katanya.
Dalam kesempatan itu, Mu'ti juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak, baik dalam maupun luar negeri, yang telah berkontribusi dalam pengembangan sektor pendidikan di Indonesia.
Ia menambahkan, selama 18 bulan terakhir, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah membangun fondasi pendidikan bermutu melalui berbagai kebijakan dan penguatan ekosistem pendidikan yang melibatkan sekolah, keluarga, masyarakat, dan media.*
(mt/dh)