BANTEN — Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN Wihaji mengunjungi wilayah adat Baduy di Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (30/4/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk membahas penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi warga Baduy Dalam.
Sebelum menuju Baduy, Wihaji lebih dulu meninjau pemberian bantuan kepada keluarga berisiko stunting serta membuka pelayanan keluarga berencana (KB) serentak di Kecamatan Leuwidamar.
Baca Juga: Wabup Asahan Salurkan Bantuan Pangan untuk 90 Ribu Warga, Tekankan Ketahanan dan Kesejahteraan "Setelah ini kami cek untuk Baduy Dalam karena itu warga negara, pemerintah harus hadir. Saya diskusi dengan tokoh Baduy Dalam," kata Wihaji di Leuwidamar.
Ia mengatakan akan menginap satu malam di wilayah Baduy Dalam untuk berdialog langsung dengan masyarakat adat terkait kebutuhan dan pola distribusi bantuan pemerintah.
Kepala Desa Kanekes, Oom, membenarkan kunjungan tersebut. Menurut dia, Wihaji datang ke Baduy Dalam melalui jalur Cijahe dan menuju Kampung Cikeusik.
"Betul tadi sudah datang via Cijahe, mau menginap di Baduy Dalam Kampung Cikeusik," kata Oom.
Pembahasan utama dalam kunjungan itu adalah skema distribusi program MBG yang dinilai perlu menyesuaikan dengan kondisi masyarakat Baduy Dalam yang memiliki aturan adat ketat, termasuk dalam hal konsumsi makanan dari luar.
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengusulkan agar bantuan makanan diberikan dalam bentuk bahan mentah atau kering untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat adat.
"Seharusnya bisa diberikan mentahnya saja karena belum tentu mereka mau hasil masak dari luar," ujarnya.
Oom menambahkan, masyarakat Baduy Dalam sebelumnya belum pernah menerima program MBG secara penuh.
Penyaluran sempat direncanakan, namun tidak terlaksana karena penolakan terhadap makanan siap saji yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi geografis dan adat setempat.