JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menargetkan revitalisasi 288 ribu sekolah di seluruh Indonesia rampung pada 2028 sebagai bagian dari investasi besar di sektor pendidikan.
Prabowo mengatakan, pada 2026 pemerintah menargetkan perbaikan sekitar 87 ribu sekolah. Selanjutnya, program akan dilanjutkan dengan perbaikan 100 ribu sekolah pada 2027 dan 100 ribu lainnya pada 2028.
"Saya berharap semua sekolah akan selesai di tahun 2028. Kalau tahun ini 87 ribu selesai, berarti kita masih punya sekitar 200 ribu lagi," ujar Prabowo, Kamis (30/4/2026).
Baca Juga: Soal Krisis Energi Dunia, Prabowo Tegaskan Stok BBM Indonesia Masih Kuat Dibanding Negara Lain Menurutnya, pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi digital.
Ia menargetkan setiap sekolah memiliki fasilitas ruang kelas digital atau smart classroom guna menunjang proses belajar mengajar yang lebih interaktif.
"Saya tidak mau berhenti di situ. Sekolah yang sudah diperbaiki harus kita tambah kualitasnya. Saya ingin semua ruang kelas punya layar digital," katanya.
Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah akan menambah perangkat pembelajaran digital di setiap sekolah, dengan target minimal tiga hingga empat unit tambahan per sekolah.
Selain itu, pemerintah juga berencana membangun studio pembelajaran terpusat di Jakarta yang menghadirkan pengajar terbaik, termasuk penutur asli untuk bahasa asing.
Melalui program ini, siswa diharapkan mampu meningkatkan kemampuan bahasa asing seperti Inggris dan Mandarin sejak dini.
"Kita ingin anak-anak sekolah kita bisa bahasa Inggris, Mandarin, dan beberapa bahasa asing lainnya mulai dari SD," ujar Prabowo.
Program revitalisasi ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam membangun sistem pendidikan yang lebih modern, berbasis teknologi, dan berdaya saing global.*
(in/dh)