JAKARTA — Solidaritas antardaerah dalam upaya pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Pulau Sumatra terus menunjukkan penguatan.
Pemerintah daerah di Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) menyalurkan hibah dengan total mencapai Rp287 miliar untuk membantu percepatan pemulihan wilayah terdampak di Aceh.
Baca Juga: Prabowo Semprot Pengusaha: Sudah Dapat Fasilitas, Uang Malah Dibawa ke Luar Negeri Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra mencatat, dana hibah tersebut merupakan bentuk dukungan lintas daerah yang bersumber dari pengembalian Transfer ke Daerah (TKD).
Skema ini memungkinkan daerah dengan kondisi fiskal lebih kuat membantu wilayah yang terdampak lebih berat.
Dari Sumbar, sebanyak 12 pemerintah daerah tercatat ikut berkontribusi dengan total bantuan Rp27 miliar.
Kota Padang menjadi penyumbang terbesar dengan Rp5 miliar, disusul Kota Payakumbuh dan Kota Padang Panjang masing-masing Rp3 miliar, sementara daerah lain menyumbang antara Rp1 miliar hingga Rp2 miliar.
Sementara itu, Sumut memberikan kontribusi lebih besar dengan total hibah mencapai Rp260 miliar dari 8 pemerintah daerah.
Dengan demikian, akumulasi bantuan kedua provinsi tersebut mencapai Rp287 miliar yang akan disalurkan langsung ke wilayah terdampak di Aceh.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatra, Muhammad Tito Karnavian, menyebut mekanisme hibah ini dirancang agar bantuan dapat segera dimanfaatkan oleh daerah penerima tanpa hambatan birokrasi yang panjang.
"Kami hanya menghubungkan hibah antardaerah agar bantuan ini bisa langsung dirasakan. Mekanismenya kami kawal dari rekening ke rekening supaya tepat sasaran dan cepat dimanfaatkan," ujar Tito dalam keterangannya, Rabu (29/4).
Ia menjelaskan, pemerintah pusat sebelumnya telah mengalokasikan pengembalian TKD senilai Rp10,6 triliun untuk mendukung pemulihan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra.