CILACAP – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mewaspadai perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin pesat. Ia menilai teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk hal positif, namun juga berpotensi disalahgunakan untuk memecah belah bangsa.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan di hadapan pelajar dan guru di SMA Negeri 1 Cilacap, Desa Danon, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). Kunjungan tersebut juga dilakukan untuk meninjau langsung pelaksanaan program revitalisasi sekolah.
"Hati-hati karena sekarang teknologi semakin canggih, terjadi sekarang apa yang dinamakan kecerdasan buatan, artificial intelligence. Ini sudah dahsyat, hati-hati. Banyak teknologi juga sekarang dipakai untuk yang negatif, yang tidak baik, yang memecah belah, yang menghasut," kata Prabowo.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Rp4 Triliun dari APBN untuk Perbaikan 1.800 Titik Perlintasan Kereta Api di Indonesia Prabowo kemudian mengajak para pelajar, guru, dan masyarakat untuk tetap memiliki kepercayaan terhadap bangsa, negara, dan nilai-nilai kebangsaan Indonesia. Ia menegaskan pentingnya menjaga ideologi Pancasila sebagai dasar negara.
"Anak-anakku sekalian, para guru, percaya kepada negaramu, percaya kepada bangsamu, percaya kepada pemimpin-pemimpinmu, percaya kepada ideologi Pancasila kita, percaya kepada kepribadian bangsa Indonesia," ujarnya.
Ia juga meminta generasi muda untuk bangga terhadap identitas bangsa Indonesia serta tetap memiliki semangat nasionalisme di tengah derasnya arus teknologi global.
"Percaya kepada presidenmu, saya berjuang untuk kalian semua, saya berjuang untuk masa depanmu semuanya," lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo turut menitipkan pesan kepada para guru agar terus mendidik siswa dengan disiplin dan ketegasan. Ia menekankan pentingnya membentuk generasi yang kuat dan tidak mudah menyerah.
"Saya nggak mau anak-anak kita nanti menjadi manusia-manusia yang lembek, yang lemah," tegasnya.*
(d/dh)