MEDAN - Pemerintah Kota (Pemko) Medan memastikan pembangunan jembatan penghubung antarwilayah di Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Medan Polonia, akan direalisasikan pada tahun 2026.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan, Ferri Ichsan, mengatakan proses administrasi pembangunan saat ini tengah berjalan, termasuk koordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai pemilik lahan.
"Itu lahan dan aset milik PT KAI. Untuk permohonan resminya sudah ditandatangani Pak Wali dan ditujukan ke PT KAI. Informasi yang kita terima sudah disetujui, meski balasan resminya belum kami terima," ujar Ferri, Sabtu (25/4/2026).
Baca Juga: Curi Motor dan Rusak Rumah Warga, Maling di Belawan Ditembak Polisi Saat Melawan Ia menjelaskan, jika seluruh proses administrasi rampung, pembangunan jembatan akan segera dimulai pada tahun ini.
Menariknya, proyek pembangunan jembatan tersebut akan dilaksanakan oleh Kodim 0201 Medan, termasuk pembiayaannya. Sementara Pemko Medan hanya akan bertanggung jawab pada tahap perawatan dan pemeliharaan setelah proyek selesai.
"Anggarannya dari Kodim 0201 Medan. Tugas kita hanya perawatan dan pemeliharaan setelah pembangunan selesai," jelasnya.
Terkait mekanisme penggunaan lahan milik PT KAI, Ferri mengaku masih menunggu keputusan resmi, termasuk kemungkinan biaya sewa yang dikenakan.
"Apakah Rp0 atau tidak, itu masih kita tunggu dari PT KAI. Yang jelas, izin pembangunan sudah ada," tambahnya.
Diketahui, jembatan tersebut sebelumnya merupakan akses penting yang menghubungkan antarwilayah di Medan Polonia. Namun, jembatan peninggalan era kolonial itu roboh akibat banjir pada 2024 lalu.
Sejak saat itu, akses warga terganggu. Bahkan, sebagian warga nekat melintasi pipa PDAM yang berada di lokasi sebagai jalur alternatif, termasuk para pelajar yang sempat viral di media sosial karena berisiko tinggi.
Dengan rencana pembangunan ini, diharapkan akses transportasi warga kembali normal dan lebih aman.*
(mi/dh)