JAKARTA — Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto mengingatkan para pelaku usaha yang terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan.
Ia menekankan pentingnya tanggung jawab moral dalam penyediaan makanan bagi anak-anak penerima program.
Hal itu disampaikan Aris dalam kegiatan Asosiasi Pengusaha Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) National Summit di Jakarta Timur, Sabtu (25/4/2026).
Baca Juga: Yusril: Pemerintah Justru Senang Kritik Akademisi Makin Tajam, Bisa Jadi Bahan Evaluasi Kebijakan "Saya minta kepada bapak-bapak ibu-ibu yang di sini ya mohon sebagai pengusaha jangan hanya berpikir profit, profit, profit," ujar Aris.
Aris meminta seluruh pihak yang terlibat dalam program MBG untuk menjaga kualitas makanan yang disajikan.
Menurut dia, program tersebut menyangkut kepentingan anak-anak sehingga tidak boleh hanya dilihat dari aspek bisnis.
"Mohon tanggung jawab kita untuk memberikan kualitas makanan yang benar kepada anak-anak kita sendiri," katanya.
Ia menegaskan, secara perhitungan ekonomi, program MBG masih memberikan ruang keuntungan jika dijalankan sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.
Namun, ia mengingatkan adanya potensi penyimpangan di lapangan.
"Secara matematik riil itu sudah ada profit kalau kita masak dengan benar," ujarnya.
Aris juga menyoroti praktik umum dalam sejumlah proyek yang cenderung menurunkan spesifikasi untuk meningkatkan keuntungan.
Ia menilai praktik serupa tidak boleh terjadi dalam program pangan bagi anak-anak.