JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengkritik respons Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai terkait penanganan tragedi penembakan di Puncak Jaya, Papua, yang menewaskan 15 orang dan menyebabkan 7 lainnya luka-luka.
Komisioner Komnas HAM Saurlin P. Siagian menilai, sebagai pejabat negara yang berasal dari Papua, Natalius Pigai seharusnya memiliki peran lebih cepat dan aktif dalam merespons situasi konflik yang terjadi di wilayah tersebut.
"Kita hormat dengan Pak Menteri, dan Pak Menteri saya kira bisa melakukan lebih. Dia punya banyak privilege ya, dia orang sana dan dia Menteri," kata Saurlin dalam konferensi pers di Komnas HAM, Kamis (23/4/2026).
Baca Juga: Bupati Batu Bara Hadiri Pembukaan Musrenbang RKPD Sumatera Utara Tahun 2027 Ia menegaskan, Komnas HAM berharap Menteri HAM dapat bergerak lebih gesit dan agresif dalam menangani situasi kemanusiaan yang terjadi di Papua.
"Kita berharap beliau bisa melakukan hal yang jauh lebih cepat, pesat untuk mengobati peristiwa ini yang sedang terjadi. Ini duka yang luar biasa," ujarnya.
Komnas HAM juga menyebut kondisi di lapangan semakin memburuk akibat rentetan konflik bersenjata yang terjadi sejak pertengahan April 2026. Sejumlah kampung dilaporkan terbakar dan warga terpaksa mengungsi ke hutan dengan kondisi terbatas.
Menurut Saurlin, situasi tersebut membuat akses bantuan kemanusiaan menjadi sangat sulit untuk masuk ke wilayah terdampak.
"Kalau ini tidak segera diakhiri, bantuan tidak bisa masuk. Petugas kemanusiaan masih kesulitan," tegasnya.
Komnas HAM meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk meredakan konflik dan memastikan perlindungan terhadap warga sipil di wilayah Puncak Jaya.*
(dw/dh)