JAKARTA – Pemerintah terus mendorong penguatan ketahanan energi nasional melalui diversifikasi bauran energi, termasuk opsi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Indonesia disebut memiliki potensi besar berupa cadangan uranium dan thorium yang tersebar di sejumlah wilayah strategis.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemanfaatan energi nuklir menjadi salah satu strategi untuk memperkuat pasokan listrik nasional yang stabil dan rendah emisi di tengah meningkatnya ketidakpastian harga energi global.
"Sebetulnya dari segi teknologi, pembiayaan, dan kesiapan regulasi, Indonesia dibandingkan dengan beberapa negara ASEAN lain lebih siap," ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, Rabu (22/4/2026).
Baca Juga: Konsumsi Sayur RI Dinilai Harus Naik Dua Kali Lipat untuk Dukung Target Program Makan Bergizi Gratis Ia menjelaskan, energi nuklir diproyeksikan menjadi sumber baseload yang mampu menopang kebutuhan listrik nasional, terutama untuk sektor industri yang membutuhkan pasokan besar dan stabil seperti smelter dan pusat data (data center).
Pemerintah saat ini tengah menyiapkan berbagai aspek pendukung, mulai dari regulasi, teknologi, hingga kerja sama internasional. Salah satu teknologi yang dikembangkan adalah small modular reactor (SMR) sebagai bagian dari pengembangan PLTN di Indonesia.
Airlangga juga mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki cadangan uranium dan thorium yang tersebar di Bangka Belitung serta Kalimantan Barat, yang berpotensi menjadi bahan baku pengembangan energi nuklir nasional.
Pemerintah menargetkan keputusan pembangunan PLTN dapat ditetapkan pada 2027, dengan proyeksi operasional awal pada 2032. Kapasitasnya ditargetkan mencapai sekitar 7 gigawatt pada 2040.
Dalam jangka panjang, energi nuklir diharapkan dapat menjadi bagian penting dari bauran energi nasional untuk mendukung target Net Zero Emission 2060.
Selain itu, pemerintah juga tetap mendorong pengembangan energi terbarukan seperti tenaga surya sebagai prioritas utama.
"Opportunity ini tidak boleh kita lewatkan. Ada dua fokus utama, yaitu pengembangan surya dan kesiapan nuklir," kata Airlangga.
Ia menambahkan, penguatan infrastruktur kelistrikan seperti smart grid dan konektivitas antarwilayah juga menjadi faktor penting dalam mendukung transformasi energi nasional.*(d/dh)