JAKARTA - Peringatan Hari Kartini 2026 dimaknai berbeda oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Koperasi (Kemenkop). Tak sekadar seremoni, momentum ini diisi dengan penguatan kapasitas perempuan melalui seminar kesehatan dan kecantikan.
Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menegaskan, semangat Kartini harus diwujudkan dalam bentuk kemandirian dan semangat belajar bagi perempuan masa kini.
"Yang Kartini inginkan bukan fasilitas mewah, melainkan akses pendidikan. Perempuan harus tetap belajar agar memiliki ilmu dasar hidup yang menunjang kemandirian," ujar Farida dalam acara yang digelar di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Baca Juga: Swasembada Energi Didorong Lewat Biodiesel B50, DPR Ungkap Alasan Strategisnya Ia menekankan, kemampuan perempuan untuk terus belajar menjadi bekal penting dalam menghadapi berbagai kondisi, termasuk saat krisis.
Senada dengan itu, Penasihat DWP Kemenkop Sita Ferry Juliantono menyebut kegiatan tahun ini merupakan kelanjutan dari fokus sebelumnya yang membahas kesehatan mental. Kini, perhatian diperluas pada kesehatan fisik dan kecantikan secara menyeluruh.
Menurutnya, sosok RA Kartini juga memiliki kesadaran tinggi terhadap gaya hidup sehat. Ia bahkan dikenal menerapkan pola makan vegetarian sebagai bentuk disiplin diri.
Namun demikian, Sita mengingatkan masih adanya ancaman serius bagi kesehatan perempuan, seperti kanker serviks yang menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
"Inilah alasan mengapa pemahaman mengenai kesehatan organ dalam menjadi sangat penting," tegasnya.
Sementara itu, Ketua DWP Kemenkop Siti Kuwati Zabadi mengatakan, tema kesehatan dan kecantikan dipilih untuk melengkapi konsep keseimbangan hidup (work-life balance) yang sebelumnya telah diangkat.
Ia menilai, perempuan memiliki peran ganda sebagai pendamping keluarga sekaligus penggerak ekonomi, sehingga kesehatan menjadi faktor utama yang harus dijaga.
"Perempuan adalah pilar utama rumah tangga, maka kesehatannya harus menjadi prioritas," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, DWP Kemenkop berharap perempuan Indonesia semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan secara holistik, sekaligus terus meningkatkan kapasitas diri untuk berkontribusi dalam pembangunan.*