TARAKAN — PT Pertamina EP melalui Tarakan Field menggelar sosialisasi dan edukasi penanggulangan kebakaran bagi masyarakat di Kota Tarakan.
Kegiatan ini menyasar warga di tiga kelurahan, yakni Pantai Amal, Kampung I Skip, dan Mamburungan.
Sebanyak 207 peserta yang terdiri dari ketua RT, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta tokoh masyarakat mengikuti kegiatan tersebut.
Baca Juga: Unmuha Perluas Jejaring Internasional, Jajaki Kerja Sama dengan Industri dan Kampus di Malaysia Program ini menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kesiapsiagaan warga terhadap risiko kebakaran di lingkungan permukiman.
Dalam pelaksanaannya, Pertamina menggandeng Satuan Polisi Pamong Praja dan dinas pemadam kebakaran setempat untuk memberikan pelatihan terpadu.
Materi yang disampaikan mencakup identifikasi sumber kebakaran, seperti korsleting listrik dan kelalaian rumah tangga, hingga langkah penanganan awal saat situasi darurat.
Peserta juga mendapatkan pelatihan praktis penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), serta teknik pemadaman sederhana menggunakan peralatan rumah tangga seperti karung dan selimut basah.
Superintendent HSSE Operations Tarakan Field Ahmad Supriyadi mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam memperkuat kapasitas masyarakat menghadapi bencana.
"Sebagai bagian dari masyarakat, kami memiliki tanggung jawab untuk hadir, baik dalam pencegahan maupun penanganan kebakaran," kata Ahmad dalam keterangan tertulis.
Sementara itu, perwakilan pemadam kebakaran Tarakan menekankan pentingnya peran masyarakat sebagai garda terdepan dalam penanganan awal sebelum petugas tiba di lokasi.
Program ini juga merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan Pertamina di bawah koordinasi PT Pertamina Hulu Indonesia.
Selain mitigasi bencana, program tersebut mencakup sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan.