MEDAN – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan, Ridwan Sujana Angsar, menegaskan bahwa institusi Kejari Medan tidak antikritik dan terbuka terhadap peran media dalam mengawal penegakan hukum di daerah.
Hal itu disampaikan Ridwan saat bersilaturahmi dengan Forum Wartawan Hukum (Forwakum) Sumatera Utara, Selasa (20/4/2026). Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang komunikasi antara Kejari Medan dan insan pers terkait sejumlah isu yang berkembang di publik.
"Karier kami hingga seperti sekarang ini tidak terlepas dari dukungan rekan-rekan media," kata Ridwan.
Baca Juga: Mantan Kabid Dinas Pertanian Madina Didakwa Korupsi PSR Rp 1,9 M di PN Medan Dalam kegiatan tersebut, Kajari Medan didampingi Kepala Seksi Intelijen Valentino Harry Parluhutan Manurung, Kepala Seksi Pidana Umum Zulkarnain Harahap, serta jajaran kasubsi pidum dan intelijen Kejari Medan.Ridwan menjelaskan, selama kurang lebih dua bulan menjabat sebagai Kajari Medan, pihaknya masih fokus melakukan pembenahan internal dan pemetaan organisasi sebelum mengambil kebijakan strategis.
Terkait komunikasi dengan media, ia meminta agar setiap konfirmasi dapat dilakukan melalui Kasi Intelijen yang ditunjuk sebagai juru bicara resmi Kejari Medan."Untuk komunikasi, silakan melalui Kasi Intel sebagai juru bicara," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Ridwan juga menanggapi usulan penyediaan sekretariat wartawan di lingkungan Kejari Medan.
Ia menyebut hal tersebut belum dapat direalisasikan karena keterbatasan fasilitas dan anggaran.
"Bukan karena kami tidak ingin mengakomodir, tetapi memang ada keterbatasan yang harus dipahami bersama," katanya.
Selain itu, Kajari Medan juga menyinggung penanganan sejumlah perkara, termasuk dugaan tindak pidana korupsi yang saat ini masih dalam proses penyidikan.
Ia memastikan kasus-kasus tersebut akan segera disampaikan ke publik pada tahap yang memungkinkan."Masih berproses dan belum bisa kami publikasikan sekarang. Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan kami ekspos," ujar Ridwan.
Sementara itu, Sekretaris Forwakum Sumut, Ansah Tarigan, mengapresiasi langkah Kejari Medan yang membuka ruang dialog dengan insan pers. Menurutnya, silaturahmi tersebut penting untuk memperkuat sinergi antara media dan aparat penegak hukum.
"Hubungan yang baik antara media dan aparat penegak hukum sangat penting agar informasi yang disampaikan kepada publik tetap berimbang," katanya.