JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat realisasi investasi di sektor energi. Ia bahkan mengancam akan merumahkan aparatur sipil negara (ASN) yang dinilai menghambat proses investasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (20/4/2026). Menurutnya, kondisi global dan nasional saat ini menuntut pemerintah bekerja dalam "mode bertahan hidup" atau survival mode.
"Kalau ada aturan yang menghambat, kita percepat. Kalau yang susah, kita mediasi. Kalau ada staf yang memperlambat, kita rumahkan supaya jangan membuat gerakan tambahan. Kita ini enggak main-main, urusan energi ini," tegas Bahlil.
Baca Juga: Bahlil Umumkan Gas Raksasa di Kaltim, Produksi 2028 dan Perkuat Ketahanan Energi RI Ia menekankan bahwa percepatan investasi di sektor energi bukan lagi sekadar prioritas, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga ketahanan energi nasional.
Sebagai bentuk keseriusan, Bahlil mengaku akan turun langsung memimpin tim percepatan investasi bersama kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan wakil menteri terkait.
"Sebagai bentuk keseriusan pemerintah, saya minta kepala SKK Migas dan wamen untuk langsung mengasistensi secara teknis, dan ketuanya langsung saya yang pimpin," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah tegas terhadap berbagai kendala, baik yang bersumber dari regulasi berbelit maupun oknum birokrasi yang memperlambat proses investasi.
Menurutnya, sektor energi merupakan tulang punggung pembangunan nasional yang harus ditangani dengan cepat dan responsif.
"Di tengah kondisi seperti ini, kita butuh survival mode. Tidak ada kata memperlambat, hanya ada satu kata: mempercepat," pungkasnya.
Pemerintah berharap langkah tegas ini dapat memberikan sinyal kuat kepada investor bahwa Indonesia serius menciptakan iklim investasi yang kondusif, khususnya di sektor energi strategis.*
(oz/dh)