JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono ke Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (20/4/2026).
Brian Yuliarto tiba lebih dulu sekitar pukul 13.50 WIB. Tak lama berselang, Sakti Wahyu Trenggono juga menyusul hadir.
Saat dikonfirmasi terkait agenda pertemuan, Brian mengaku belum mengetahui secara pasti materi yang akan dibahas. Namun, ia menyebut kemungkinan pembahasan berkaitan dengan proyek Giant Sea Wall (GSW).
Baca Juga: BPOM Terbitkan Panduan Apotek Desa, Dukung 83 Ribu Kopdes Merah Putih "Saya belum, cuma mungkin tentang Giant Sea Wall ya. Tapi nanti saya lihat dulu," ujar Brian kepada wartawan.
Proyek Giant Sea Wall di kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura) saat ini diketahui tengah memasuki tahap penyusunan master plan. Proyek tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam mengatasi penurunan muka tanah serta ancaman banjir rob di wilayah pesisir.
Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ), Didit Herdiawan Ashaf, sebelumnya menyampaikan bahwa pembangunan GSW merupakan arahan langsung Presiden Prabowo guna mempercepat perlindungan kawasan pesisir.
Menurutnya, proyek tersebut diharapkan mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan di wilayah Pantura, mulai dari banjir rob, degradasi lingkungan, hingga keterbatasan daerah resapan air.
Berdasarkan kajian BOPPJ, sekitar 17 juta penduduk di kawasan Pantura terdampak penurunan permukaan tanah dan banjir rob. Potensi kerugian ekonomi akibat kondisi tersebut diperkirakan mencapai 368,37 miliar dolar AS.
Rencananya, proyek GSW akan membentang sepanjang 535 kilometer, meliputi lima provinsi yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Nilai investasi proyek ini diperkirakan mencapai 80 miliar dolar AS, dengan tahap awal pembangunan di Teluk Jakarta.*
(in/dh)