JAKARTA — Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menekankan pentingnya pembangunan postur pertahanan Republik Indonesia yang berlandaskan visi geopolitik Presiden pertama RI, Sukarno.
Ia menilai, arah pertahanan nasional harus tetap berpijak pada misi menjaga perdamaian dunia.
"Di mana doktrin, postur dan strateginya disusun berdasarkan cara pandang geopolitik Bung Karno," ujar Megawati dalam seminar bertajuk Relevansi Gerakan Asia Afrika dalam Krisis Geopolitik Saat Ini di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu, 18 April 2026.
Baca Juga: Pidato Tertutup di Retret Ketua DPRD, Prabowo Minta Maaf ke Wartawan: Kalau Saya Bicara Nanti Ada yang Tersinggung dan Sedih Presiden kelima RI itu mengingatkan bahwa pemikiran geopolitik menjadi dasar penting dalam menjaga arah kebangsaan.
Ia menyebut, kekuatan pertahanan Indonesia tidak semata diarahkan pada aspek militer, tetapi juga pada peran sebagai penjaga stabilitas global.
Megawati juga menyinggung peran Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) yang didirikan Sukarno sebagai wadah pembentukan kader pemimpin bangsa yang berlandaskan wawasan geopolitik.
Namun, ia mengkritik kecenderungan Lemhannas yang menurutnya kini cenderung menyempit.
"Lemhannas jangan dipersempit maknanya hanya menjadi lembaga yang mengeluarkan sertifikat kepemimpinan," kata Megawati.
Ia menegaskan, Lemhannas seharusnya tetap menjadi ruang penggemblengan calon pemimpin dari berbagai latar belakang—sipil, militer, profesional, akademisi, hingga tokoh adat dan budaya.
Menurut dia, integrasi lintas sektor itu penting untuk membangun kekuatan nasional yang solid.
Megawati juga menyerukan pentingnya persatuan visi kebangsaan di tengah keragaman latar belakang politik dan sosial.
"Semua wajib bersatu dalam pemikiran dan cita-cita untuk Indonesia Raya. Semua harus menjadi satu kekuatan progresif bagi kemajuan peradaban bangsa," ujarnya.