JAKARTA — Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah mengungkapkan pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait peluang dirinya kembali maju dalam Pemilihan Presiden 2029.
Menurut Fahri, Prabowo menyatakan tidak ingin kembali menjabat jika tidak mampu menunjukkan kinerja yang berprestasi.
Pernyataan itu disampaikan Fahri dalam sebuah podcast Gaspol! yang tayang di kanal YouTube Kompas.com, Sabtu, 18 April 2026.
Baca Juga: Pigai Duga Ada Skenario di Balik Pelaporan Feri Amsari dan Ubedilah Badrun ke Polisi: Seakan Pemerintah Prabowo Anti Kritik Ia menirukan ucapan Prabowo yang disebut menilai jabatan publik harus disertai capaian konkret bagi masyarakat.
"Beliau bilang, 'Saya malu kalau saya enggak berprestasi. Saya enggak berani (menjabat lagi),'" kata Fahri menirukan Prabowo dalam tayangan tersebut.
Fahri menilai pernyataan itu menunjukkan standar tinggi yang diterapkan Prabowo terhadap kinerja para pembantunya di kabinet.
Menurut dia, Presiden Prabowo menuntut hasil kerja yang cepat dan maksimal untuk kepentingan rakyat.
Ia juga menyebut Prabowo meminta para menteri untuk menyesuaikan diri dengan ritme kerja dan ekspektasi yang tinggi.
Dalam pandangannya, hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi jajaran Kabinet Merah Putih.
"Beliau ingin hasil kerja yang maksimal untuk rakyat. Standarnya tinggi," ujar Fahri.
Fahri yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gelora itu menambahkan, Prabowo bukan tipe pemimpin yang otoriter, melainkan mengedepankan komunikasi dalam mengelola kabinet.
Ia menyebut Presiden lebih memilih pendekatan dialog dalam menyampaikan arahan kepada para menteri.