MEDAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Medan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan pembangunan jembatan baru di Jalan Adi Sucipto, Gang Damai, Kecamatan Medan Polonia. Pembangunan ini dilakukan menyusul kondisi jembatan lama yang telah roboh dan viral karena siswa terpaksa menyeberang menggunakan pipa air.
Wali Kota Medan Rico Waas mengatakan lokasi tersebut merupakan kewenangan PT KAI. Namun, pihaknya kini tengah menyusun langkah kolaboratif agar akses penyeberangan dapat segera dibangun kembali dengan standar yang lebih aman dan layak.
"Jembatan ini sudah roboh sejak 2024. Kami bersama KAI menyiapkan strategi pembangunan akses penyeberangan yang nyaman bagi masyarakat," ujar Rico dalam keterangannya, Sabtu (18/4/2026).
Baca Juga: 5 Destinasi Rekreasi dan Kuliner di Binjai yang Wajib Dikunjungi, Ada Kebun Anggur hingga Sawah Lukis Jembatan yang sebelumnya berada di lokasi tersebut diketahui merupakan eks perlintasan kereta api peninggalan era kolonial Belanda dan sudah lama tidak difungsikan. Kerusakan jembatan itu membuat warga, termasuk pelajar, kehilangan akses utama penghubung antarwilayah.
Kondisi ini sempat menjadi sorotan publik setelah beredar video siswa SMP yang nekat melintasi pipa PDAM di atas aliran Sungai Deli demi berangkat dan pulang sekolah. Aksi itu dinilai membahayakan keselamatan karena mereka harus berjalan di atas pipa sempit tanpa pengaman, dengan arus sungai di bawahnya.
Salah seorang siswi, Mita, mengaku terpaksa melewati jalur tersebut karena menjadi akses tercepat menuju sekolahnya. Jika memutar, jarak tempuh akan jauh lebih lama.
"Kalau lewat sini lebih dekat, kalau mutar jauh," ujarnya.
Rico berharap pembangunan jembatan baru nantinya tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga menjamin keselamatan pelajar yang selama ini mempertaruhkan nyawa saat melintas.
"Kita ingin mobilitas masyarakat kembali normal dan anak-anak bisa berangkat sekolah dengan aman," tutupnya.*
(ds/dh)