JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menunjukkan capaian signifikan meski baru berjalan 1 tahun 3 bulan.
Program tersebut bahkan dibandingkan dengan program school meal di Jepang yang sudah berlangsung lebih dari satu abad.
Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, mengatakan Indonesia telah melaksanakan program serupa dalam waktu yang relatif singkat namun dengan skala dampak yang besar.
Baca Juga: Rp 1 Triliun per Hari untuk MBG, BGN Klaim Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat dari Aceh hingga Papua "Kalau Jepang baru 100 tahun melaksanakan school meal, di Indonesia alhamdulillah sudah 1 tahun 3 bulan," ujar Sony dalam Talkshow Refleksi Satu Tahun Program Makan Bergizi Gratis di Jakarta, Kamis, 16 April 2026.
Sony menyebut program tersebut telah menjangkau puluhan juta penerima manfaat serta melibatkan sekitar 1,8 juta relawan dan pekerja di berbagai daerah.
"Dari jumlah SPPG tersebut, sekitar 1,8 juta relawan dan pekerja telah terlibat. Ini wujud pemberdayaan masyarakat," kata dia.
Ia juga membantah anggapan bahwa anggaran besar program MBG hanya dinikmati kelompok tertentu. Menurut dia, dana program justru berputar di tingkat masyarakat bawah.
"Setiap hari mencapai Rp 986 miliar uang dikucurkan pemerintah langsung mengalir ke grassroot, dari Aceh sampai Papua. Rp 600 miliar lebih diserap pedagang beras, ayam, telur, daging, sayur, dan buah," ujarnya.
Sony menegaskan bahwa distribusi anggaran tersebut mendorong perputaran ekonomi di tingkat lokal, bukan hanya di kelompok elite.
"Ini mengalir ke saudara-saudara kita langsung," kata dia.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.*