JAKARTA – Jusuf Kalla (JK) membuka peluang dialog terkait laporan dugaan penistaan agama yang dilayangkan terhadap dirinya. Dialog dinilai sebagai langkah untuk menjernihkan persoalan yang berkembang di masyarakat.
Juru Bicara JK, Husain Abdullah, mengatakan opsi dialog terbuka dapat dilakukan jika diperlukan guna mencari akar masalah dari polemik yang muncul.
"Jika memang diperlukan, dialog bisa dilakukan. Itu akan lebih jernih untuk menemukan akar masalah," kata Husain kepada wartawan, Senin (13/4/2026).
Baca Juga: Ketua Pemuda Katolik Diperiksa Polda Metro Terkait Laporan terhadap Jusuf Kalla, Serahkan Bukti Digital Husain menyebut rencana tersebut masih akan dikomunikasikan dengan JK yang saat ini sedang berada di luar kota.
Sebelumnya, laporan terhadap JK dilayangkan oleh Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia bersama Pemuda Katolik ke Polda Metro Jaya pada Minggu (12/4).
Laporan itu terkait pernyataan JK dalam ceramah di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dinilai menimbulkan keresahan.
Ketua Umum GAMKI, Sahat Martin Philip Sinurat, mengatakan pihaknya mewakili sejumlah organisasi masyarakat dalam pelaporan tersebut.
"Kami melaporkan agar persoalan yang berkembang tidak semakin liar di ruang publik dan bisa diselesaikan secara hukum," ujarnya.
Senada, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma, menyebut laporan dibuat guna meredam kegaduhan yang muncul di masyarakat dan media sosial.
Ia berharap JK sebagai tokoh nasional dapat memberikan klarifikasi terbuka agar situasi kembali kondusif.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik dan berpotensi berkembang seiring proses hukum yang berjalan.*
(in/dh)