JAKARTA - Kementerian Sosial memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) triwulan II tahun 2026 mulai cair pada pertengahan April.
Bantuan ini akan menyasar sekitar 18 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan program bansos yang disalurkan meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Baca Juga: Sampah RI Tembus 141 Ribu Ton per Hari, Pemerintah Siapkan WtE di 72 Daerah untuk Tekan Krisis "Kita salurkan kepada kurang lebih 18 juta keluarga penerima manfaat untuk PKH dan BPNT," ujar Gus Ipul kepada wartawan di kantor Kementerian Sosial, Senin (13/4/2026).
Ia menjelaskan, terdapat dua skema penyaluran bansos. Pertama, melalui transfer langsung ke rekening penerima di bank-bank Himbara. Kedua, melalui PT Pos Indonesia bagi masyarakat yang tidak memiliki akses perbankan.
"Langsung dikirim ke rekening penerima maupun melalui PT Pos bagi yang belum memiliki akses bank," katanya.
Gus Ipul menambahkan, penyaluran melalui PT Pos dilakukan secara fleksibel. KPM dapat mengambil bantuan di kantor pos atau titik distribusi yang telah ditentukan, seperti kantor kecamatan maupun kelurahan.
Terkait besaran bantuan, pemerintah memastikan tidak ada perubahan. Untuk BPNT, setiap KPM akan menerima Rp200.000 per bulan. Sementara bantuan PKH disesuaikan dengan komponen dalam keluarga, seperti ibu hamil, anak sekolah, lansia, dan penyandang disabilitas.
"Besarannya masih sama. BPNT Rp200 ribu per bulan, sedangkan PKH tergantung komponen yang dimiliki setiap keluarga," jelasnya.
Ia menargetkan proses pencairan sudah mulai berjalan pada minggu ketiga April dan rampung paling lambat akhir bulan.
"Insyaallah minggu ketiga sudah mulai proses penyaluran, dan paling lambat minggu keempat sudah bisa tersalurkan," tutupnya.*
(in/dh)